Sabtu, 13 April 2013

Virus Merah Jambu (copas dari grup rohis 157)

Salahkah dengan cinta? Tidak! Karena cinta adalah fitrah manusia. Memberi dan menerima perhatian, kasih mengasihi, dicintai dan mencintai adalah kebutuhan setiap insan di dunia. Memang tak ada yang salah dengan cinta, yang salah adalah cara kita memperlakukan cinta dan menempatkan cinta itu sendiri.
Ikhwahfillah…
Sesungguhnya Allah SWT Yang Maha Mencintai, sungguh sangat mencintai dan memuliakan kita sebagai hamba-Nya. Buktinya Allah telah “menulis” surat cinta untuk kita semua dalam al-Qur’an yang mulia. Al-Qur’an begitu jelas mengabarkan tentang bukti Allah mencintai dan memuliakan kita. Ada yang Allah perintahkan, ada yang Allah larang, ada yang dianjurkan, ada yang dibolehkan, ada yang harus dijauhi dan lain lain.
Lalu apa yang kita rasakan dari semua aturan-aturan itu? Apakah kita merasa terkekang? Apakah merasa tak bebas? Jika begitu yang dirasakan, maka jawablah pertanyaan saya ini:
“adakah presiden dinegeri manapun yang kehidupannya tidak diatur??” yang saya tahu presiden itu hidupnya penuh aturan. Makannya diatur, duduknya, berjalannya, istirahatnya, bicaranya, bepergiannya, semua kehidupannya penuh aturan. Kenapa demikian?? Karena presiden adalah orang yang dimuliakan!!
Sama persis kawan! Dengan hidup kita di dunia ini. Allah buat aturan sedemiakan adanya karena Allah Yang Mulia tengah memuliakan kita. Jika hidup kita tak mau diatur harus begini dan begitu, maaf kalau saya harus mengatakan hiduplah di alam rimba, tak ada aturan yang mengikat disana..
Ikhwahfillah…
Begitupun dengan CINTA. Cinta memang fitrah, tapi cara memperlakukan cinta itu sendiri ada aturannya kawan! Tidak sembarang lempar panah asmara pada seseorang yang kau pandang istimewa. Tidak sembarang menyebar virus merah jambu pada seseorang yang memikat!
Cinta itu indah, menakjubkan. Maka perlakukanlah cinta itu dengan sebaik-baik cara. Jika kita tidak bisa memperlakukan cinta dengan cara yang semestinya, maka cinta itu bisa membunuh diri kita sendiri. Kita lihat banyak manusia yang nekad bunuh diri, melompat dari gedung bertingkat karena putus cinta!! Banyak pasangan suami isteri yang rumah tangganya berantakan dan harus diakhiri dengan perceraian.; karena terluka oleh cinta! Banyak pasangan illegal (baca : pacaran) yang rela menyerahkan kehormatannya pada kekasihnya, atas dasar cinta?! Juga tak sedikit aktifis dakwah yang futur bahkan mundur karena cinta!!
Kalau sudah begini, cinta itu rasanya tidak lagi terlihat indah tapi menjengkelkan! Menyakitkan dan menakutkan!! Lalu mana yang kemarin kita sebut-sebut cinta itu indah berjuta rasanya?? Kalau pada akhirnya cinta itu membuat kita sengsara dan merana? pasti ada yang salah kawan dengan cara kita memperlakukan cinta.
Allah Swt, telah mengatur cara komunikasi dan interaksi serta cara menyalurkan rasa cinta pada si dia yang mempesona. Pertama dalam hal komunikasi dan interaksi Allah sudah gariskan tentang hal ini. Mari kita simak arti dari firman Allah berikut ini :
“katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; dan janganlah menampakan perhiasan (auratnya), kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung di dadanya…(An-Nuur : 30-31)
Menundukan pandangan (gadhal bashar) adalah sifat mulia yang harus dijalankan oleh kita semua dalam berinteraksi dengan lawan jenis. Jangan pernah kita menatap seseorang begitu dalam, karena itu akan menyebabkan virus merah jambu (VMJ) akan menyerang hati, perasaan dan otak kita serta lawan bicara kita. Dalam hal gadhal bashar saya memandang, bukan hanya dalam hal mata ketemu mata, namun dalam hal bicara juga demikian. Misalnya dalam pembicaraan-pembicaraan atau gossip-gosip yang suka dilakukan dalam obrolan santai.
“mba, akh pulan mirip anjasmara yah…??
“ngga ah, kalo menurut aq, dia itu mirip jimmy lien, coba liat rambutnya, mirip banget khan??”
Alamaaaak..please deh…jaga tuh mulut, jaga hati, jaga pandangan, jaga semuanya….
Pandangan walaupun sederhana, namun dari yang sederhana inilah bedampak yang luar biasa. Mau tau bagaimana pandangan itu bekerja dan menjadi virus merah jambu yang membahayakan?

Kedua dalam hal cara menyalurkan rasa cinta pada lawan jenis Allah juga sudah menggariskan. VMJ atau biasa disebut dengan virus cinta ini adalah virus yang datang dengan begitu lembut, membuat siapa saja yang terserang akan terbuai dan terlena. Sudah banyak sekali para aktivis dakwah yang bertekuk lutut ketika dihadapkan dengan ujian yang satu ini. Kadang aktivis dakwah mampu bertahan ketika mendapat mihnah yang keras dan membadai. Bahkan ia bisa semakin tegar dan kuat. Namun ketika ditiupkan angin VMJ ia menjadi terbuai dan terlena hingga mampu membuatnya jatuh tersungkur. Seperti seekor monyet yang berpegangan di atas pohon lalu ditiup angin topan yang kencang, angin puting beliung yang dahsyat serta angin tornado yang luar biasa hebat. tapi seekor monyet bukannya jatuh, malah semakin kuat pegangannya pada pohon tersebut. Namun ketika angin sepoi sepoi datang dan menghembuskan angin ke arahnya, seekor monyet itu menjadi terbuai dan dibuatnya nyaman serta terlena dan mengantuk. Tanpa sadar seekor monyet itupun melepaskan pegangannya dan terjatuh! Begitulah VMJ ia datang dengan lembut dan merasuki relung-relung hati terdalam, sehingga mampu membius siapa saja yang terjangkit virus cinta ini. Alhasil fenomena futurnya para aktivis dakwah salah satunya adalah terjangkit VMJ ini. astaghfirullah
Bagaimanapun juga tidak bisa dibenarkan, dalam mencari pasangan hidup untuk membangun rumah tangga harus dilalui dengan pacaran terlebih dahulu, katanya sih agar dapat mengenal lebih jauh tentang pasangannya. Faktanya pacaran itu diselimuti dengan kebohongan dan kegombalan semata! Pacaran juga sangat berpotensi besar menimbulkan maksiat yang satu kepada maksiat yang lain. Dari maksiat yang bagi sebagian orang terlihat sederhana seperti berpegangan tangan, berboncengan motor dan sebagainya, sampai maksiat besar seperti zina. Na’udzubillah.. dan pacaran sama sekali tak menjamin rumah tangga seseorang akan langgeng seperti yang diharapkan. Sudah banyak buktinya bukan??
“Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat, sebab syaithan menemaninya. Janganlah salah seorang di antara kita berkhalwat, kecuali wanita itu disertai mahramnya” (HR. Imam Bukhari dan Iman Muslim dari Abdullah Ibnu Abbas ra).


 articles by : Rohis 157

Tidak ada komentar:

Posting Komentar